Ketidakmerataan pendapatan masyarakat merupakan salah satu permasalahan pembangunan


      Dua masalah yang umum dihadapi oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia
adalah kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pandapatan antara kelompok
masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta
tingginya tingkat kemiskinan atau jumlah orang berada di bawah garis kemiskinan (Tambunan,
2001). Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan merupakan
sebuah realita yang ada di tengah-tengah masyarakat baik di negara maju maupun negara
berkembang, dan masih menjadi isu penting untuk diatasi.
      Pembangunan dapat dipandang sebagai suatu proses yang hasilnya bersifat
multidimensional, yang mencakup berbagai perubahan atas struktur sosial, sikap-sikap
masyarakat, dan institusi-institusi pemerintahan dan masyarakat. Di samping tetap mengejar
akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan serta pengentasan
kemiskinan diperlukan. Masalah ketimpangan perlu menjadi fokus utama dalam menetapkan
kebijakan pembangunan yang dilaksanakan. Proses perbaikan kualitas kesejahteraan ekonomi
penduduk diharapkan diikuti dengan perbaikan kualitas penduduk secara utuh. Salah satunya
dapat dimulai dengan memperbaiki tingkat pemerataan distribusi pendapatan di antara
berbagai golongan ekonomi masyarakat. Jadi, pada hakikatnya pembangunan itu harus
mencerminkan perubahan suatu masyarakat atau penyesuaian sistem sosial secara keseluruhan.
Untuk itu, proses pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I. Yogyakarta) tidak
berjalan dengan sendirinya, tetapi memerlukan berbagai usaha yang konsisten dari berbagai
pihak untuk memberikan kemakmuran yang sebesar- besarnya bagi seluruh penduduk D.I.
Yogyakarta. Peran masyarakat yang terlibat dalam pembangunan harus diperluas seiring
dengan peningkatan kualitas hidup penduduk, sehingga hasil pembangunan dapat dinikmati
lebih merata.


Seiring dengan pembangunan ekonomi yang dilakukan di Kabupaten Bogor, ketimpangan distribusi pendapatan menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Pemda Kabupaten Bogor. Adanya ketimpangan distribusi pendapatan terlihat dari besarnya angka keiskinan di Kabupaten Bogor dan rendahnya daya beli masyarakat Kabupaten Bogor. Ketimpangan Distribusi Pendapatan menyebabkan melebarnya jurang pendapatan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin sehingga kemiskinan akan sulit diatasi dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan distribusi pendapatan terjadi karena pembangunan yang lebih mengutamakan pertumbuhan dari pada pemerataan. Pertumbuhan ekonomi terus dipacu untuk meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Namun karena adanya perbedaan faktor-faktor kepemilikan modal dan keterampilan dalam aktivitas ekonomi maka hasil dari pertumbuhanpun tidak dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat. Jika hal ini terus berlanjut maka pertumbuhan hanya akan meningkatkan ketimpangan distribusi pendapatan. Penelitian ini akan menganalisis, (1) Peran sektor-sektor ekonomi dalam menyerap tenaga kerja (2) Menganalisis pengaruh pertumbuhan per kapita sektorsektor ekonomi terhadap distribusi pendapatan. Dalam analisis pengaruh pertumbuhan per kapita sektor-sektor ekonomi hanya digunakan lima sektor yaitu, Sektor Listrik, Gas dan Air bersih, Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, Sektor Transportasi dan Komunikasi, Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan dan Sektor Jasa. Dipilih kelima sektor tersebut karena sektor-sektor tersebut memiliki laju pertumbuhan rata-rata lima tertinggi diantara sembilan sektor. Selain itu laju pertumbuhan kelima sektor tersebut diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bogor.

Kenali apa itu kesenjangan ekonomi, penyebab kesenjangan ekonomi, dan dampaknya bagi Indonesia di masa depan.

Kali ini Finansialku akan membahasnya secara lengkap untuk Anda!

 

Rubrik Finansialku

 

Daftar Isi

Pengertian Kesenjangan Ekonomi

Kesenjangan ekonomi, merupakan salah satu dari sekian banyak masalah ekonomi yang melanda suatu negara, termasuk Indonesia.

Bahkan kesenjangan ekonomi bisa dikatakan sebagai fenomena global yang dapat melanda baik negara maju maupun negara berkembang.

Indonesia tidak bisa lepas dari permasalahan ini. Bisa dilihat dari kondisi masyarakatnya sendiri baik secara aspek pendapatan, tempat tinggal, tingkat pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi.

[Baca Juga: GAWAT! Ini Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Akhir 2020!]

 

Secara definisi kesenjangan ekonomi dapat diartikan sebagai jurang antara kaya dan miskin mengacu kepada persebaran ekonomi diantara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi, hingga populasi dalam negara.

Masalah kesenjangan ekonomi di Indonesia bisa dikatakan cukup kompleks. Hal tersebut berawal dari masa orde baru saat kebijakan pembangunan dicanangkan.

Pembangunan dilakukan bertujuan untuk menggenjot sisi perekonomian secara masif agar bisa tumbuh secara cepat.

Sayangnya kebijakan tersebut tidak memperhatikan hal lain yang tak kalah penting yakni soal pemerataan wilayah.

Bisa dikatakan pembangunan hanya terfokus kepada wilayah tertentu tanpa mempertimbangkan wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

 

Penyebab Kesenjangan Ekonomi di Indonesia

Padahal pemerataan sendiri menjadi aspek yang diubah dalam konsep urutan prioritas trilogi pembangunan.

Awalnya konsep tersebut berlandaskan pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas pada Pelita II (1974-1979) yang pada akhirnya berubah menjadi pemerataan, pertumbuhan, dan stabilitas Pelita III (1979-1984).

Realisasinya tetap saja tidak sesuai seperti yang dicanangkan. Pembangunan Indonesia masih bertumpu pada aspek built (pertumbuhan) bukan equity (pemerataan).

Setidaknya ada beberapa penyebab utama mengapa kesenjangan ekonomi terjadi:

  1. Pelaksanaan pembangunan yang tidak merata, sehingga berpengaruh terhadap aksesbilitas masyarakat.
  2. Ketidakmerataan pendapatan oleh warga negara di setiap wilayah, yakni masyarakat di wilayah perkotaan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mendapatkan upah yang jauh lebih besar.
  3. Pendidikan masyarakat rendah, bisa terlihat bagaimana akses pendidikan bagi masyarakat terpencil sangatlah sulit. Pendidikan masyarakat yang rendah sangatlah berpengaruh bagi kesenjangan ekonomi karena hal tersebut akan berkaitan dengan kualitas SDM dan persaingan di era industrialisasi dan keterbukaan informasi.
  4. Rendahnya mobilitas sosial, yang sangat erat kaitannya dengan arus urbanisasi dan kegiatan perekonomian
  5. Pencemaran alam.
  6. Ideologi kapitalis, dimana pergerakan ekonomi hanya mementingkan keuntungan satu golongan masyarakat tertentu.
  7. Hilangnya asas gotong royong.

 

Pembangunan di Indonesia terfokus kepada wilayah pulau Jawa terutama di bagian barat.

Alasannya tak lain, ketersediaan infrastruktur yang sudah cukup lengkap. Hasil pembangunan pun diharapkan dapat berpengaruh bagi wilayah lainnya di Indonesia.

Namun kenyataannya harapan hanyalah sebuah narasi pemanis belaka. Di sisi lain pada tahun 2009 lalu, nilai produk domestik bruto naik dari 5.603,9 triliun menjadi 6.442,9 triliun.

[Baca Juga: Ketahui Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampak dari Resesi Ekonomi!]

 

Selain itu, terdapat pula catatan khusus dari Bank Dunia dengan tajuk “Indonesia’s rising devide”.

Dalam catatan tersebut terpampang bahwa hanya 20 persen masyarakat Indonesia yang mampu menikmati pertumbuhan ekonomi selama satu dekade terakhir.

Dan hanya 10 persen masyarakat Indonesia yang mampu menguasai 77 persen kekayaan alam negara. Sangat terlihat bahwa kesenjangan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

 

Dampak Kesenjangan Ekonomi di Indonesia

Dalam analisa yang dilakukan salah satu media dengan judul “Kejar Pertumbuhan Inklusif” yang juga dilansir dan dimatangkan kembali dari Term Of Reference (TOR) yang dilakukan oleh ISEI Pusat, didapati bahwa ratio tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia mencapai 0,397 pada tahun 2016.

[Baca Juga: Ekonomi China Tumbuh 4,9% di Q3 2020, Bursa Saham Asia Ikut Happy]

 

Bahkan Global Wealth Report dalam laporannya menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan keempat negara dengan distribusi kekayaan paling senjang di dunia.

Walaupun di sisi lain kekayaan negara kita naik sebesar 6,4 persen di tahun yang sama.

Lalu kira-kira apa dampak kesenjangan ekonomi bagi Indonesia di masa yang akan datang?

 

#1 Timbulnya Kesenjangan Sosial

Permasalahan ekonomi selalu terkait dengan aspek sosial dan salah satunya terimplikasi dengan adanya kesenjangan sosial.

Kesenjangan sosial sendiri bisa diartikan sebagai kesenjangan (ketimpangan) atau ketidaksamaan akses dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

Sumber daya tersebut seperti pendidikan, kebutuhan dasar, sarana pengembangan usaha, peluang usaha/kerja, dan masih banyak lagi.

 

#2 Angka Kriminalitas yang Tinggi

Kesenjangan ekonomi dan sosial juga memicu tindakan kriminalitas.

Bayangkan satu kalangan masyarakat mendapatkan sarana atau fasilitas yang lebih memadai dalam memenuhi kebutuhannya, sementara kalangan yang lain masih kesulitan untuk mendapatkan hal tersebut.

Tak ayal banyak sekali kasus tindakan-tindakan kriminal menjadi pilihan dibalik jeratan kesulitan yang terus melanda.

Sehingga akal pun tidak bisa berpikir secara rasional. Sebut saja pencurian, perampokan, dan masih banyak lagi.

 

#3 Kualitas Pendidikan yang Rendah

Kesenjangan ekonomi juga dapat memicu sulitnya akses pendidikan bagi golongan masyarakat tertentu, sehingga kualitas pendidikan di satu negara akan terancam mengalami penurunan.

Tentu ini akan sangat berbahaya jika dikaitkan dengan masa depan Indonesia.

 

#4 Kualitas Kesehatan yang Turun

Implikasi dari kesenjangan ekonomi juga dapat berpengaruh bagi kondisi kesehatan masyarakat.

Sebab akses untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai akan sangat sulit bagi kalangan tertentu.

[Baca Juga: Mengenal Ekonomi Etatisme, Salah Satu Sistem Ekonomi Dunia]

 

#5 Longgarnya Tali Persatuan dan Kesatuan

Persatuan Indonesia merupakan sila ke-3 yang tertuang dalam pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Namun dengan adanya kesenjangan ekonomi maupun sosial berpotensi menimbulkan jarak antar satu golongan masyarakat ke masyarakat lain.

Kecemburuan sosial diketahui sebagai penyebab munculnya potensi tali persatuan di Indonesia akan terputus.

 

Mengatasi Kesenjangan Sosial-Ekonomi

Di samping dampak kesenjangan sosial-ekonomi yang cukup mengkhawatirkan, bukan berarti masalah ini tak bisa diatasi.

Pemerintah selaku pemangku segala kebijakan dan pemilik otoritas tertinggi dalam mengelola negara ini sudah selayaknya melakukan tindakan preventif.

Setidaknya ada beberapa cara untuk bisa mengatasi sekaligus mencegah permasalahan kesenjangan sosial ekonomi, antara lain:

 

#1 Mengaplikasikan Nilai-nilai Pancasila

Sadar atau tidak sadar, nilai-nilai dalam pancasila telah mencakup aspek ideal dalam mengelola dan menerapkan kebijakan tata negara.

Setidaknya dalam menentukan segala bentuk kebijakan, pemerintah wajib mempertimbangkan nilai-nilai pancasila dan mengimplementasikannya.

 

#2 Pendidikan Sebagai Prioritas

Untuk mencegah kesenjangan, SDM juga harus dibenahi. Nah untuk itu, pendidikan harus menjadi fokus pembangunan serta pemerataan.

 

#3 Memperbanyak Jumlah Lapangan Kerja

Lapangan pekerjaan menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat.

Dengan menyediakan lapangan kerja yang luas, diharapkan permasalahan kesenjangan dapat ditekan secara efektif.

 

#4 Berantas KKN

Korupsi, kolusi, nepotisme adalah perbuatan yang seakan merangkum seluruh permasalahan di negeri ini.

Di tahun 2019 saja, kerugian negara akibat kasus korupsi mencapai Rp 8,4 triliun. Bisa dibayangkan, uang sebanyak itu beralih ke tangan-tangan yang tak bertanggung jawab.

Padahal uang tersebut bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

 

Yuk, Mulailah Mencegah Kesenjangan Ekonomi dari Diri Sendiri

Tidaklah mudah bagi negara dalam mengakomodir semua solusi untuk menyelesaikan permasalahan kesenjangan ekonomi.

Akan tetapi kita bisa memulainya dari diri sendiri, salah satunya adalah bertanggung jawab akan kondisi finansial kita.

Mulailah dengan menabung, hingga merencanakan keuangan. Jika Anda merasa itu sulit, tenang, karena Aplikasi Finansialku adalah fasilitas yang tepat untuk merealiasasikan upaya tersebut.

Langsung saja download aplikasinya di AppStore dan Play Store dengan klik gambar di bawah ini.

 

Itulah penjelasan mengenai kesenjangan ekonomi, dampak, juga beberapa solusi pencegahannya. Share artikel ini dan semoga bermanfaat.

Apa penyebab terjadinya ketidakmerataan pendapatan?

Terdapat 8 (delapan) penyebab ketidakmerataan distribusi pendapatan, diantaranya: pertumbuhan penduduk yang tinggi, inflasi, pembangunan daerah tidak merata, penggangguran tinggi, mobilitas sosial rendah, memburuknya nilai tukar produk NSB, dan hancurnya industri kerajinan rakyat.

Masalah pokok apa saja yang ada dalam pembangunan ekonomi?

Tiga masalah pokok yang dihadapi oleh suatu negara, terutama negara sedang berkembang dan negara terbelakang yaitu: Kemiskinan, Ketimpangan dalam distribusi pendapatan, dan Pengangguran.

Mengapa ketidak merataan distribusi pendapatan merupakan masalah dalam pembangunan ekonomi?

Ketimpangan Distribusi Pendapatan menyebabkan melebarnya jurang pendapatan antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin sehingga kemiskinan akan sulit diatasi dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan distribusi pendapatan terjadi karena pembangunan yang lebih mengutamakan pertumbuhan dari pada pemerataan.

Mengapa terjadi ketidakmerataan distribusi pendapatan dalam masyarakat?

Determinan ketimpangan distribusi pendapatan antara lain : pertumbuhan penduduk yang tinggi, inflasi, ketimpangan pembangunan antara wilayah, banyaknya investasi pada proyek padat modal, kebijakan industri substitusi impor, memburuknya nilai tukar (term of trade) bagi negara sedang berkembang dalam perdagangan dengan …



Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *