Kenapa saat menunduk keluar air dari hidung?


Penatalaksanaan Kebocoran Cairan Serebrospinal di Sinus Sfenoid Melalui Teknik Endoskopik Transpterygoid

Ilustrasi oleh AnimatedBiomedical

Cairan serebrospinal (CSS) terdapat dan diproduksi oleh otak dan bagian dari otak di area tulang belakang, berwujud jernih encer seperti air, memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Kebocoran CSS dapat terjadi jika terdapat luka (defek) pada tulang dasar tengkorak.

Kejadian kebocoran CSS pada hidung merupakan hal yang jarang. Kebocoran ini dapat terjadi karena trauma kecelakaan, akibat operasi, terkait adanya tumor di otak, dan spontan. Pasien dengan kebocoran CSS pada umumnya mendadak mengeluhkan adanya cairan jernih menetes dari hidung saat menunduk; keluhan lain berupa menelan cairan manis/asin serta keluhan lain bila disertai infeksi.

Penanganan bedah secara endoskopik merupakan pilihan utama pada kebanyakan kasus kebocoran CSS. Kebocoran CSS yang berasal dari sinus sfenoid bagian lateral (lateral recess of sphenoid sinus) memerlukan pendekatan yang cukup sulit. Pendekatan endoskopik transpterigoid merupakan pilihan utama karena teknik ini memberikan akses yang baik ke bagian lateral sinus sfenoid.          

Laporan Kasus

Dilaporkan satu kasus kebocoran CSS di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya pada perempuan, usia 38 tahun, dengan keluhan cairan jernih encer menetes dari hidung kiri sejak 8 bulan. Keluhan cairan menetes tiba-tiba, setiap hari terutama saat pasien menunduk, cairan dirasakan mengalir ke tenggorok rasa asin. Tidak ada keluhan hidung yang lain.

Pemeriksaan teropong hidung didapatkan cairan jernih yang keluar dari pintu sinus sfenoid kiri. CT scan menunjukkan kumpulan cairan di sinus sfenoid kiri bagian lateral. Selanjutnya pasien menjalani pembedahan secara endoskopik dengan teknik transpterigoid di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Penutupan defek (lubang) dilakukan dengan serpihan tulang dan mukosa serta ditambahkan sejenis lem (fibrin glue) Pembedahan dilakukan oleh satu orang dokter THT-KL Divisi Rinologi, berjalan lancar, pasien dipulangkan pada hari ketujuh pascaoperasi. Evaluasi melalui kunjungan poliklinis hingga enam bulan pascaoperasi tidak menunjukkan adanya kebocoran ulang. Pasien direncanakan kontrol setiap enam bulan hingga dua tahun pascaoperasi.  

Kesimpulan

Telah dilaporkan satu kasus kebocoran CSS spontan di sinus sfenoid kiri bagian lateral yang menjalani pembedahan dengan teknik endoskopik transpterigoid. Evaluasi hingga enam bulan pascaoperasi tidak didapatkan kebocoran ulang. Pembedahan endoskopik transpterigoid merupakan prosedur efektif dalam penanganan kasus kebocoran CSS di sinus sfenoid bagian lateral.

            Keberhasilan dengan pendekatan transnasal endoskopi pada manajemen rinore LCS pada operasi pertama 90-95%, dan pada operasi kedua yang mengalami kebocoran ulang, keberhasilan mencapai 95-100% dan menurunkan risiko komplikasi intrakranial seperti meningitis. Kebocoran LCS spontan lebih sulit  namun dengan manajemen komprehensif (pemakaian ACTZ atau VP shunt pada kasus tertentu) angka kegagalan rendah.18, 17

Sakit kepala yang muncul saat menundukkan kepala tentu bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas harian Anda. Biasanya, hal ini akan terjadi saat kita terlalu lama menatap layar ponsel atau laptop, membaca buku, atau kegiatan lain yang mengharuskan kita untuk menundukkan kepala. Lantas, apa yang menyebabkan sakit kepala ini muncul saat menundukkan kepala, ya?

                                                    

Dilansir dari laman online SehatQ.com, ada beberapa hal yang menyebabkan kita mengalami sakit kepala saat menunduk. Simak penjelasannya berikut ini.

 

  1. Ketegangan

Penyebab yang paling umum adalah karena adanya ketegangan, terutama di bagian otot leher dan pundak akibat menundukkan kepala dalam waktu yang cukup lama. Rasa sakit atau tekanan akibat ketegangan ini biasanya membuat kita merasa seperti ada yang mengikat bagian kepala, bahkan menyebar ke bagian leher dan pundak. Keluhan sakit kepalanya sendiri bisa berlangsung selama 30 menit bahkan lebih lama jika tidak segera ditangani dengan baik dan dipicu faktor lainnya, seperti stress, kelelahan, kurang tidur, dan posisi tidur atau posisi duduk yang kurang tepat.

 

  1. Mata lelah

Sakit kepala saat menunduk juga bisa disebabkan oleh mata lelah, terutama jika Anda termasuk orang yang gemar bermain gadget, sering menatap layar ponsel, dan terlalu lama menatap laptop. Rasa sakit kepala akibat mata lelah biasanya muncul di belakang atau sekitar mata. Hal ini terjadi karena pada saat mata melihat objek dari jarak yang dekat, maka otot-otot yang ada di dalam mata dituntut untuk bekerja lebih keras. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, maka bisa menyebabkan otot kelelahan dan memicu sakit kepala saat menunduk.

 

  1. Sinusitis

Keluhan sakit kepala saat menunduk juga bisa terjadi karena sinusitis. Sinus sendiri merupakan rongga kecil yang terletak di belakang tulang pipi dan dahi. Sinus memiliki fungsi menghasilkan lendir yang dialirkan ke dalam hidung. Saat sinus mengalami gangguan (tersumbat), maka lendir akan menumpuk dan menyebabkan terjadinya peradangan (sinusitis). Biasanya, penyumbatan ini terjadi karena infeksi atau alergi dan menyebabkan sakit kepala yang tumpul dan berdenyut di sekitar dahi, pipi, dan mata.

 

  1. Dehidrasi

Selain beberapa penyebab di atas, kekurangan air atau dehidrasi juga bisa memicu sakit kepala saat menundukkan kepala. Biasanya, keluhan sakit kepala ini akan semakin parah saat menggerakkan kepala, membungkuk, atau saat berjalan.

 

 

Setelah mengetahui penyebabnya, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan sakit kepala yang terjadi saat menunduk.

 

  1. Istirahat cukup

Saat sakit kepala melanda akibat terlalu lama menunduk, cobalah untuk mengistirahatkan diri dengan tidur. Pastikan kepala, pundak, dan tulang punggung dalam kondisi satu garis lurus, ya. Setelah itu, pejamkan mata dan tidur sejenak untuk mengurangi sakit kepala yang Anda alami.

 

  1. Relaksasi di sela waktu bekerja

Bermain gadget dan bekerja di depan laptop boleh saja, namun bukan berarti Anda sampai lupa waktu dengan menatap layar dalam waktu yang terlalu lama. Cobalah untuk mengambil sedikit waktu di sela pekerjaan untuk mengistirahatkan mata Anda sejenak. Di sela waktu istirahat ini, Anda bisa melakukan gerakan peregangan, berjalan-jalan sambil menghirup udara segar, atau mengompres mata menggunakan air dingin agar lebih rileks. Setelah itu, Anda bisa kembali bekerja di depan laptop, tentunya dengan menyesuaikan tinggi meja dan kursi kerja sehingga posisi bekerja menjadi lebih nyaman.

 

  1. Mencukupi kebutuhan air mineral

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala saat menunduk, maka memenuhi kebutuhan air mineral setiap harinya adalah cara paling tepat untuk mencegahnya. Sebagai orang dewasa, sebaiknya penuhi kebutuhan air mineral sebanyak delapan gelas atau dua liter air setiap harinya, ya.

 

  1. Minum obat pereda sakit kepala

Memberikan obat yang dapat meredakan sakit kepala dengan kandungan Paracetamol. Namun, jika sakit kepala saat menunduk menjadi semakin parah dan tak kunjung menandakan adanya perbaikan, segera konsultasikan pada dokter untuk mencegah kemungkinan penyakit yang lebih serius, ya.

Kenapa tiba tiba keluar air di hidung?

Hidung meler atau berair menjadi penyakit langganan pada beberapa orang. Penyebabnya pun beragam, mulai dari pilek, flu, alergi, atau sinusitis. Namun, ada kondisi lain yang bisa menimbulkan gejala tersebut, yaitu kebocoran cairan otak.

Kenapa hidung mengeluarkan air bening?

Cairan bening keluar dari hidung yang sering disebabkan adanya peradangan pada kelenjar hidung yang disebut dengan rhinitis. Rhinitis ada yang disebabkan karena alergi dan non-alergi.

Kebocoran cairan otak apakah bahaya?

Kebocoran cairan otak ke hidung merupakan kondisi serius yang berpotensial fatal karena dapat meningkatkan risiko meningitis (infeksi selaput otak) dan abses otak.

Bagaimana cara mengatasi ingus cair seperti air?

Cara mengatasi hidung meler.

Minum air. Menjaga tubuh tetap terhidrasi saat hidung meler merupakan cara yang mudah dilakukan. … .

Menghirup uap. Menghirup uap panas telah terbukti membantu mengatasi hidung meler. … .

Memakai semprotan garam. … .

Membersihkan ingus dengan benar. … .

Minum obat..



Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *