Apa yang dimaksud dengan syarat sah haji?


Ibadah haji memiliki syarat-syarat wajib yang harus dipenuhi. Hal ini untuk memastikan bahwa seseorang terkena kewajiban haji. Syarat-syarat ini juga menentukan masuk atau tidaknya seseorang dalam kewajiban haji.

Dari berbagai keterangan Al-Qur’an dan hadits, ulama menyebutkan setidaknya tujuh syarat wajib ibadah haji. Orang-orang yang memenuhi syarat ini terkena kewajiban ibadah haji. Adapun tujuh syarat wajib haji adalah sebagai berikut:

وشرائط وجوب الحج سبعة الإسلام والبلوغ والعقل والحرية ووجود الراحلة والزاد وتخلية الطريق وإمكان المسير

Artinya: “Syarat wajib haji ada tujuh, yaitu Islam, baligh, akal, merdeka, ada kendaraan dan bekal, keamanan di jalan, dan kondisi memungkinkan perjalanan haji,” (Taqrib pada Kifayatul Akhyar, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2001 M/1422 H], halaman 177).

Terkait syarat Kemerdekaan, harus dipahami dalam konteks masyarakat yang menganut sistem perbudakan beberapa ratus tahun lalu. Karena budak tidak memiliki independensi, kewajiban haji tidak mengenainya.

ومنها الحرية فلا يجب على العبد لقوله عليه الصلاة والسلام أيما عبد حج ثم أعتق فعليه حجة أخرى

Artinya: “Salah satu syaratnya adalah kemerdekaan sehingga haji tidak wajib bagi seorang budak sesuai hadits Nabi Muhammad saw, ‘Budak mana saja yang melaksanakan haji kemudian dimerdekakan, maka wajib baginya melaksanakan haji lainnya,’” (Taqiyyuddin Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2001 M/1422 H], halaman 177).

Sementara Sayyid Utsman bin Yahya dalam Manasik Haji dan Umrah menyebutkan enam syarat wajib haji. Ketika seseorang memenuhi syarat tersebut, maka ia terkena kewajiban haji.

“Syarat-syarat haji (yaitu) Islam, baligh, aqil, merdeka, (masuk) waktu (haji), dan mengetahui perbuatan haji,” (Sayyid Utsman bin Yahya, Manasik Haji dan Umrah, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 15).

Dari keterangan ini kita dapat menyimpulkan bahwa syarat-syarat haji sebagai berikut:

1. Islam

2. Baligh

3. Berakal

4. Merdeka

5. Memiliki bekal dan ketersediaan kendaraan

6. Masuk waktu haji

7. Fasilitas jalan yang kondusif

8. Jarak terjangkau yang memungkinkan ditempuh

 

Banyak hadits menjelaskan keutamaan ibadah haji bagi umat Islam yang menjalankannya. Sebaliknya, ada juga beberapa hadits nabi yang menjelaskan peringatan bagi mereka yang tidak melaksanakan haji tanpa uzur setelah mereka terkena kewajiban haji karena telah memenuhi syarat wajib haji.

عَنْ عَلِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً يَبْلُغُ بِهِ إِلَى بَيْتِ اللهِ فَلَمْ يَحُجَّ فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا أَوْ نَصْرَانِيًّا، وَذَلِكَ أَنَّ اللهَ قَالَ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حَجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Syarat Sah Haji dan Umroh – Jika Anda ingin melaksanakan haji dan umroh, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari ilmu tentang haji dan umroh. Karena, suatu ibadah yang tidak berdasarkan ilmu yang benar maka akan sia-sia.

Termasuk hal yang harus Anda ketahui adalah tentang syarat wajib dan syarat sah haji dan umroh. Syarat wajib adalah syarat pertama yang harus dipenuhi oleh jamaah haji dan umroh. Sedangkan syarat sah adalah syarat suatu ibadah haji dan umroh diterima oleh Allah.

Jika jamaah sudah memenuhi syarat wajib, namun syarat sahnya tidak dipenuhi, maka ibadahnya juga tidak sah. Oleh karena itu, Erahajj mencoba membahas lebih lanjut tentang kedua syarat ini agar Anda bisa mengetahui apakah ibadah Anda nantinya sah dan menjadi haji yang mabrur.

Baca Juga : Rahasia Umroh: Luangkan Waktu Anda Untuk Allah, Allah Akan Luangkan Waktu Anda

Syarat Wajib Haji dan Umroh

Ada 5 syarat wajib haji dan umroh. Syarat ini tidak diganggu gugat, karena inilah pondasi ibadah haji maupun umroh Anda diterima oleh Allah.

Islam

Syarat pertama adalah beragama islam. Barang siapa tidak beragama islam (non muslim) maka tidak wajib haji dan umroh. Apabila ada non muslim yang melakukan dua ibadah ini, maka ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Lagipula, hanya umat muslim yang diizinkan memasuki tanah haram (Makkah dan Madinah), sehingga memang ibadah ini khusus diperuntukkan oleh orang yang beragama islam saja.

Nabi Saw. pernah bersabda:

“Islam dibangun atas lima hal: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah dan berpuasa Ramadan.”

(HR. Albukhari dan Muslim)

Baligh

Syarat berikutnya adalah baligh. Baligh adalah suatu kondisi dimana seseorang sudah dikenakan hukum-hukum agama.

Baligh bagi laki-laki adalah sudah bermimpi basah/mengeluarkan mani. Bagi wanita sudah haid/menstruasi.

Jika ada keluarga yang membawa anaknya yang belum baligh turut serta dalam ibadah haji atau umroh, maka ibadah anak tersebut sah namun pahalanya diberikan kepada orangtuanya.

Sementara anak itu masih terkena hukum wajib ibadah haji lagi dan sunnah umroh ketika ia dewasa/sudah baligh.

Sabda Nabi SAW:” Pena itu telah diangkat dari tiga hal. Dari anak kecil sampai balig, orang tidur sampai bangun dan dari orang gila sampai sembuh.”

(HR. Ibnu Hibban dan Al Hakim, mereka menilai sahih hadis ini).

Berakal Sehat

Orang yang menunaikan haji dan umroh mestilah sehat secara mental. Orang yang gila, hilang ingatan, dan gangguan mental lainnya tidak wajib berhaji dan umroh.

Ibadah haji dan umroh memerlukan kewarasan akal untuk menjalankan syariat yang ditetapkan-Nya. Sedangkan Allah telah mengambil akal tersebut, sehingga tidak ada pembebanan terhadap mereka yang tidak sehat akalnya.

Merdeka

Zaman dahulu, masih ada praktik perbudakan. Namun, jaman sekarang tidak ada lagi praktik perbudakan. Meskipun ada juga praktik perbudakan baru misalnya korban human trafficking atau perdagangan manusia.

Ada lagi bentuk ketidakmerdekaan seseorang yakni tatkala dia menjadi narapidana. Narapidana yang mampu secara materi, namun tidak mampu karena tidak merdeka maka tidak boleh mengerjakan ibadah haji dan umroh (karena pembatasan oleh perundang-undangan), hanya bisa memberikan biaya haji/umroh kepada orang lain untuk membadalkan haji dan umrohnya.

Mampu

Syarat wajib yang terakhir adalah mampu. Mampu di sini bisa dikategorikan lagi menjadi 2:

Mampu Secara Materi

Haji dan umroh merupakan ibadah yang membutuhkan biaya cukup banyak. Terutama untuk jamaah dari negeri yang jauh dari tanah haram seperti Indonesia.

Anda harus memiliki bekal yang cukup untuk membayar biaya perjalanan haji dan umroh, dengan jumlah biaya yang sudah ditetapkan pemerintah dan travel biro umroh.

Jika Anda sudah memiliki harta yang bisa dikategorikan mapan (memiliki rumah, kendaraan, perhiasan, tabungan), maka Anda sudah dikategorikan wajib haji dan umroh.

Karena secara materi Anda sudah mampu melaksanakan kedua ibadah tersebut. Menunda-nunda ibadah termasuk perbuatan tercela, padahal mampu melaksanakan.

Baca Juga : Tips Menunaikan Umroh di Usia Muda, Anda Juga Bisa Melakukannya

Mampu Secara Fisik

Berbeda dengan mampu secara materi, jika Anda memiliki uang namun fisik Anda tidak mampu untuk melaksanakan haji dan umroh seperti kendala sakit menahun, atau usia tua (jompo), maka Anda tidak diwajibkan untuk melaksanakan haji dan umroh.

Anda bisa menggunakan cara lain yakni badal umroh, jika memang tidak mampu melaksanakan sendiri ke tanah suci. Namun, jika masih ada harapan sembuh, Anda harus berniat untuk haji dan umroh sendiri.

Jika Anda tidak mampu keduanya (materi dan fisik) maka tetaplah berniat haji dan umroh agar Allah meridhoi dan memberikan pahala haji dan umroh walau kita tidak pernah sampai ke baitullah hingga akhir hayat kita.

Syarat Sah Haji dan Umroh

Setelah syarat wajib terpenuhi, maka selanjutnya akan kita bahas tentang syarat sah haji dan umroh.

Waktu

Dari segi waktu, haji memiliki waktu khusus yang disebut miqat zamani. Miqat Zamani untuk haji dimulai pada awal bulan syawal, dan berakhir pada 10 Dzulhijjah atau akhir bulan dzulhijjah (bagi yang memiliki udzur seperti wanita haid diperbolehkan mengakhirkan thawaf selagi menunggu haidnya selesai).

Jadi, waktu untuk haji adalah khusus, tidak dilakukan di sembarang waktu. Berbeda dengan umroh yang bisa dilaksanakan sepanjang tahun. Namun, waktu yang paling afdhol untuk umroh adalah bulan ramadhan.

Baca Juga : 5 Alasan Terkuat Anda Harus Umroh di Bulan Ramadhan

Tempat

Selain waktu, tempat untuk haji sangat khusus yakni di Tanah Haram atau di kota suci Makkah Al Mukaramah. Anda thawaf di Masjidil Haram memutari ka’bah, sai di antara bukit Shafa dan Marwa, wukuf di Padang Arafah, Jamarat untuk melempar jumroh, Muzdalifah dan Mina untuk mabit, serta tahalul di Makkah.

Untuk umroh, tempat melakukan rukun-rukunnya sama dengan haji.

Mahram

Syarat sah ini khusus perempuan, yakni harus didampingi mahramnya (suami, anak laki2, ayah, paman, kakak atau adik laki-laki). Namun, kebijakan saat ini, seorang jamaah haji dan umroh perempuan bisa pergi ibadah haji dan umroh dengan mahram teman sesama jenis kelamin (perempuan) dalam satu rombongan.

Tentunya, jamaah wanita juga harus mengantongi izin suaminya untuk pergi haji dan umroh dan tidak sedang menjalani masa iddah.

Demikianlah syarat sah haji dan umroh yang harus Anda ketahui, agar Anda bisa menjalankan haji dan umroh dengan nyaman.

Jika Anda travel umroh yang sedang mencari software yang terbaik untuk bisnis travel umroh Anda, gunakan sistem aplikasi khusus travel umroh dari Erahajj. Hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan syarat sah haji?

Syarat haji adalah syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk menunaikan ibadah haji. Jika seseorang tersebut tidak memenuhi syarat haji, maka ia tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah haji. Berikut adalah syaratsyarat haji: Beragama Islam.

Apa perbedaan antara syarat sah haji dengan syarat wajib haji?

Kalau syarat wajib haji dipenuhi sebelum haji,dan tetap terpenuhi selama haji. Syarat sah haji sesuatu yang tergantung sahnya haji.



Selengkapnya Disini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *