Bukit Sulap, Bukit Eksotis di Lubuklinggau yang Sarat Legenda Puteri Silampari


Bukit Sulap di Lubuklinggau merupakan bukit eksotis yang terhampar dalam keindahan alam dan kisah legendaris Puteri Silampari, menawarkan petualangan menarik bagi para pencinta alam dan budaya.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Kec. Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Bikit Sulap merupakan puncak tertinggi di Lubuklinggau. Dengan ketinggian 700 m, wisata ini disebut sebagai satu-satunya bukit yang berada di jantung kota. Banyak pengunjung yang menghabiskan waktu senggangnya disini.

Mulai dari bersantai, hiking, hingga camping terasa sangat seru dilakukan. Menara padangnya dapat digunakan untuk berkumpul bersama rombongan wisata. Berikut apa saja hal menarik dari bukit ini.

Daya Tarik yang Dimiliki Bukit Sulap

Daya Tarik Bukit Sulap
Photo by Pesona Sriwijaya / Twitter

1. Penamaan yang Unik

Mungkin anda penasaran kenapa bukitnya dinamakan sebagai Bukit Sulap. Hal ini karena bukit sering menghilang dari pandangan mata setiap pagi. Sebab, puncak bukitnya tertutup embun pagi dan hanya terlihat jelas pada siang atau sore hari.

Selain itu, bukitnya juga terlihat sangat dekat jika dilihat dari tengah kota Lubuklinggau. Namun, semakin didekati, bukit seperti semakin menjauh. Bukit juga tampak sama meski dilihat dari berbagai sisi yang berbeda.

2. Istana Masa Lalu

Wisata Bukit Sulap disebut sebagai istana masa lalu karena pernah menjadi tempat berdiam suku-bangsa yang datang. Gelombang pertama dari Proto-Melayu (Melayu Purba) dari Yunnan, India Belakang atau dan China Selatan.

Gelombang pertama membawa budaya Megalitikum atau kuburan batu serta aksara. Selanjutnya, datanglah gelombang kedua, Deutro Melayu dari Dongson, Vietnam, yang membawa teknologi baru dalam pengolahan besi, emas, dan perak.

Advertisement. Scroll to continue reading.

3. Legenda Puteri Silampari

Ketika mendengar tentang Bukit Sulap, pikiran seringkali melayang ke legenda Puteri Silampari dari zaman kerajaan vassal Sriwijaya di Palembang.

Di dasar bukit ini mengalir Sungai Kasie dan Sungai Ketue yang bertemu di Sungai Kelingi, tempat berdirinya Kerajaan Ulak Lebar, dipimpin oleh Raja Biku. Raja ini dikenal sebagai penyembuh ulung dengan kekuatan sakti dari enam dewa.

Istrinya, Putri Ayu Selendang Kuning, adalah seorang bidadari cantik, adik dari Dewa Mantra Guru Sakti Tujuh, pelindung Ulak Lebar dan wilayah sekitarnya.

Meskipun telah menikah selama sepuluh tahun, Raja Biku dan sang putri belum juga dikaruniai anak.

Namun, Ulak Lebar tetap damai dan makmur di bawah pemerintahan raja yang adil dan bijaksana. Kegelisahan mulai muncul di kalangan rakyat tentang siapa yang akan mewarisi tahta.

Raja Biku lantas meminta bantuan Dewa Mantra Guru Tujuh. Melalui pertapaan di Bukit Alas Rimba, mereka akhirnya menerima berita bahagia tentang kelahiran enam anak, hasil berkah dari dewa, yaitu Sebubur, Dayang Torek, Dayang Jeruju, Dayang Teriji, Dayang Ayu, dan Dayang Iring Manis.

Dayang Torek dikenal sebagai yang paling cantik, sementara Sebubur, satu-satunya putra, tumbuh menjadi pengembara sakti yang sering bepergian mencari ilmu.

Pada suatu ketika, Sultan Palembang ingin menikahi Dayang Torek. Namun, penolakan Dayang Torek membuat Sultan tersinggung dan memutuskan untuk menculiknya.

Setelah lama mengembara, Sebubur kembali, hanya untuk menemukan Raja Biku telah meninggal sesuai ramalan Dewa Mantra Raja Tujuh. Sebubur kemudian merencanakan untuk menyelamatkan Dayang Torek.

Berhasil membawa pulang saudaranya dengan kekuatan saktinya, Sebubur terkejut mengetahui Dayang Torek telah memiliki anak dari Raja Palembang.

Tragisnya, bayi itu dibunuh dalam perjalanan pulang karena Dayang Torek tidak bisa menerima kenyataan pahit ini.

Akhirnya, Dayang Torek memilih untuk pergi ke alam dewata bersama bayinya yang telah meninggal. Inilah kisah yang berkembang di puncak Bukit Sulap Lubuklinggau.

4. Kereta Miring

Daya tarik utama dari Bukit Sulap di Lubuklinggau ini yakni inclinator atau kereta miring yang berada di puncaknya. Menariknya, kereta ini ialah salah satu kereta dengan rel landasan terpanjang di Indonesia karena mencapai 230 m dengan jarak tempuh 218 m.

Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk

Alamat Bukit Sulap
Photo by Palembang / Twitter

Penasaran dengan bukit bersejarah dan penuh legenda di Sumatera Selatan? Anda dapat berkunjung ke alamat Jl. Bengawan Solo No.RT 10, Ulak Surung, Lubuk Linggau Utara II, di Kota Lubuklinggau.

Akses jalannya cukup baik dan nyaman sehingga anda bisa menggunakan berbagai moda transportasi untuk menuju wisata Bukit Sulap ini. Dari kota Lubuklinggau, jarak tempuh yang dibutuhkan sekitar 3 km dengan waktu sekitar 10 menit berkendara.

Jika anda berencana untuk datang dengan kereta api, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih. Dari Palembang, anda bisa berangkat dari Stasiun Kertapati ke Stasiun Lubuk Linggau dengan waktu sekitar 7 jam perjalanan.

Dari Muara Enim, anda bisa memilih rute dari Stasiun Muara Enim ke Stasiun Lubuk Linggau dengan waktu perjalanan sekitar 4 jam.

Menikmati panorama Lubuk Linggau tidak perlu menguras dompet. Alasan lain untuk berkunjung adalah harga tiket yang sangat ekonomis, hanya mulai dari Rp 5.000.

Jika membawa kendaraan, anda perlu membayar biaya parkir yakni Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 3.000 untuk motor.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Bukit Sulap
Photo by Info Lubuklinggau / Facebook

Menikmati Sensasi Inclinator

Berkunjung ke Bukit Sulap akan semakin seru jika dilakukan dengan naik inclinator dimana anda bisa merasakan sensasi naik kereta miring dengan disuguhkan panorama bukit dan sekitarnya.

Hiking di Bukit Sulap

Bagi pecinta alam, hiking akan menjadi ide cemerlang untuk dilakukan di Bukit Sulap Lubuklinggau ini. Alasan menarik lainnya adalah jalur pendakian yang menawarkan tantangan tersendiri. Dari kota Lubuk Linggau, jarak perjalanan yang dibutuhkan sekitar 2 km.

Jalannya yang menunjang membuat para pendaki akan tertantang. Jika merasa capek, anda bisa berhenti sejenak dan duduk di atas bebatuan kecil yang berada di sepanjang jalur.

Camping

Menikmati suasana dan panorama bukit Lubuk Linggau seharian penuh bisa anda lakukan dengan berkemah atau camping di puncak. Setelah hiking, anda bisa berkemah dengan mendirikan tenda terlebih dahulu dan menyiapkan tempat tidur yang nyaman.

Bersepeda

Selain hiking, Bukit Sulap ini merupakan tempat yang sempurna untuk dijadikan sebagai jalur bersepeda. Sebab, tempatnya memiliki medan terjal atau track downhill yang patut dicoba dan dilalui dengan naik sepeda.

Fasilitas Wisata yang Tersedia

Fasilitas Bukit Sulap
Photo by Info Lubuklinggau / Facebook

Soal fasilitas, Bukit Sulap disebut cukup memadai. Selain dikenal sebagai taman nasional dan tempat pariwisata terkenal, pihak pengelolanya telah melengkapinya dengan beberapa sarana prasarana.

Pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi dapat memikirkannya di area parkir yang tersedia. Sementara itu, toiletnya juga dalam kondisi bersih sehingga nyaman digunakan.

Tempat wisata ini cocok dikunjungi dengan keluarga karena terdapat wahana permainan yang bisa dimainkan anak-anak. Beberapa tempat sampah juga mudah dijumpai untuk menjaga kebersihan.

Tempat istirahat bisa dimanfaatkan untuk tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan alam sekitar. Menyaksikan panorama bukit terasa berbeda dengan inclinator yang tersedia.

Demikian penjelasan mengenai hal-hal menarik yang dimiliki Bukit Sulap Lubuklinggau ini. Bisa disimpulkan bahwa bukit ini merupakan saksi bisu masa lalu yang membuat banyak orang penasaran. Selain itu, keindahan alamnya sangat mempesona dengan fasilitas yang cukup memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *